Sabtu, 09 November 2013

LANDASAN PSIKOLOGIS PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Makalah ini  disusun sebagai salah satu syarat dalam pelaksanaan tugas
mata kuliah pengantar pendidikan dengan pokok bahasan Landasan Psikologis
dalam Pendidikan. Sehubungan dengan pentingnya mengetahui tentang landasan
psikologis dalam pendidikan maka pembahasan yang kami lakukan sangat perlu
untuk dibincangkan. Pendidikan selalu melibatkan kejiwaan manusia, sehingga
landasan psikologi merupakan salah satu landasan yang penting dalam bidang
pendidikan. Sementara itu keberhasilan pendidik dalam melaksanakan berbagai
peranannya akan dipengaruhi oleh pemahamannya tentang seluk beluk landasan
pendidikan termasuk landasan psikologis dalam pendidikan.
Perbedaan individual terjadi karena adanya perbedaan berbagai aspek
kejiwaan antar peserta didik, bukan hanya yang berkaitan dengan kecerdasan dan
bakat tetapi juga perbedaan pengalaman dan tingkat perkembangan, perbedaan
aspirasi dan citacita
bahkan perbedaan kepribadian secara keseluruhan. Oleh
sebab itu, pendidik perlu memahami perkembangan individu peserta didiknya
baik itu prinsip perkembangannya maupun arah perkembangannya.
B.     Tujuan
Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah agar pendidik dapat
memahami perkembangan peserta didiknya berdasarkan tahapan usia
perkembangannya sehingga diharapkan tidak ada kekeliruan dalam mengenali dan
menyikapi peserta didiknya. Dengan demikian proses pendidikan pun akan
berjalan dengan lancar.
C.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu:
1.      Bagaimanakah pengertian landasan psikologis dalam pendidikan?
2.      Bagaimanakah perkembangan asas individu?
3.      Serta, tahapanya perkembangan kepribadian individu?

BAB II
PEMBAHASAN
LANDASAN PSIKOLOGIS
1.      Pengertian landasan psikologis dalam pendidikan
Pemahaman peserta didik yang berkaitan dengan aspek kejiwaan
merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian
dan penemuan psiologis sangat diperlukan penerapannya dalam bidang
pendidikan. Misalnya pengetahuan tentang aspek-aspek
pribadi, urutan, dan ciriciri pertumbuhan setiap aspek, dan konsep tentang caracara paling tepat untuk mengembangkannya. Untuk itu psikologi menyediakan sejumlah informasi tentang kehidupan pribadi manusia pada umumnya serta berkaitan dengan aspek pribadi.
Individu memiliki bakat, kemampuan, minat, kekuatan serta tempo, dan
irama perkembangan yang berbeda satu dengan yang lain. Sebagai implikasinya
pendidik tidak mungkin memperlakukan sama kepada setiap peserta didik,
sekalipun mereka mungkin memiliki beberapa persamaan. Penyusunan kurikulum
perlu berhatihati dalam menentukan jenjang pengalaman belajar yang akan dijadikan garisgaris besar program pengajaran serta tingkat keterincian bahan
belajar yang digariskan.
Landasan psikologis pendidikan adalah suatu landasan dalam proses pendidikan yang membahas berbagai informasi tentang kehidupan manusia pada umumnya serta gejalagejala yang berkaitan dengan aspek pribadi manusia pada setiap tahapan usia perkembangan tertentu untuk mengenali dan menyikapi manusia sesuai dengan tahapan usia perkembangannya yang bertujuan untuk memudahkan proses pendidikan. Kajian psikologi yang erat hubungannya dengan pendidikan adalah yang berkaitan dengan kecerdasan, berpikit, dan belajar
(Tirtarahardja, 2005: 106).
Ketika kita membahas pendidikan berdasarkan landasan psikologis maka kita akan membahas asas perkembangan individu.
2.       Perkembangan asas Individu
Perkembangan adalah proses terjadinya perubahan pada manusia baik
secara fisik maupun secara mental sejak berada di dalam kandungan sampai
manusia tersebut meninggal, perkembangan individu inilah yang menyebabkan perbedaan individu yang berkenaan dengan asfek psikologis.
Proses perkembangan pada manusia terjadi dikarenakan manusia mengalami kematangan dan proses belajar dari waktu ke waktu.
Kematangan adalah perubahan yang terjadi pada individu dikarenakan adanya pertumbuhan fisik dan biologis, misalnya seorang anak yang beranjak menjadi dewasa akan mengalami perubahan pada fisik dan mentalnya.
Sedangkan belajar adalah sebuah proses yang berkesinambungan dari sebuah pengalaman yang akan membuat suatu individu berubah dari tidak tahu menjadi tahu (kognitif), dari tidak mau menjadi mau (afektif) dan dari tidak bisa menjadi bisa (psikomotorik), misalnya seseorang anak yang belajar mengendarai sepeda akan terlebih dahulu diberi pengarahan oleh orang tuanya lalu anak tersebut mencoba untuk mengendarai sepeda hingga menjadi bisa.
Proses kematangan dan belajar akan sangat menentukan kesiapan belajar pada seseorang, misalnya seseorang yang proses kematangan dan belajarnya baik akan memiliki kesiapan belajar yang jauh lebih baik dengan seseorang yang proses kematangan dan belajarnya buruk.
Manusia dalam perkembangannya mengalami perubahan dalam berbagai aspek yang ada pada manusia dan aspekaspek tersebut saling berhubungan dan berkaitan. Aspekaspek dalam perkembanga tersebut diantaranya adalah aspek
fisik, mental, emosional, dan sosial.
Semua manusia pasti akan mengalami perkembangan dengan tingkat perkembangan yang berbeda, ada yang berkembang dengan cepat dan ada pula yang berkembang dengan lambat. Namun demikian dalam proses perkembangan terdapat nilainilai universal yang dimiliki oleh semua orang yaitu prinsip
perkembangan. Prinsip perkembangan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Perkembangan terjadi secara terus menerus hingga manusia meninggal dunia
2.      Kecepatan perkembangan setiap individu berbedabeda
3.      Semua aspek perkembangan saling berkaitan dan berhubungan satu sama
lainnya
4.      Arah perkembangan individu dapat diprediksi
5.      Perkembangan terjadi secara bertahap dan tiap tahapan mempunyai
karakteristik tertentu.
3.      Tahap dan tugas perkembangan individu.
Anak menjadi dewasa melalui suatu proses pertumbuhan bertahap
mengenai keadaan fisik, sosial, emosional, moral dan mentalnya. Seraya mereka
berkembang, mereka mempunyai caracara memahami bereaksi, dan mempresepsi
yang sesuai dengan usianya. Inilah yang oleh ahli psikologi disebut tahap perkembangan.
Robert Havighurst (1953) membagi perkembangan individu menjadi empat tahap, yaitu masa bayi dan kanakkanak kecil (06 tahun), masa kanakkanak, masa remaja atau adoselen, dan masa dewasa (18 … tahun). Selain itu, Havighurst mendeskripsikan tugastugas perkembangan (development task) yang harus diselesaikan pada setiap tahap perkembangan sebagai berikut:
Tugas Perkembangan Masa Bayi dan Kanakkanak kecil (06 tahun): Belajar berjalan, Belajar makan makanan yang padat, Belajar berbicara/berkatakata, Belajar mengontrol pembuangan kotoran tubuh, Belajar tentang perbedaan kelamin dan kesopanan / kelakuan yang sesuai dengan jenis kelaminnya.
Mencapai stabilitas fisiologis / jasmaniah ,Pembentukan konsep sederhana tentang kenyataan sosial dan kenyataan fisik.
Belajar berhubungan diri secara emosional dengan orang tua saudara saudaranya, dan orang lain Belajar membedakan yang benar dan yang salah dan pengembangan kesadaran diri / kata hati Tugas perkembangan Masamasa kanakkanak:
Belajar keterampilan fisik yang perlu untuk permainan seharihari
Pembentukan kesatuan sikap terhadap dirinya sebagai suatu organisme yang
Tumbuh Belajar bermain dengan temanteman mainnya Belajar memahami perananperanan kepriaan atau kewanitaan
Pengembangan kemahiran dasar dalam membaca , menulis, dan berhitung
Pengembangan konsepkonsep
yang perlu untuk kehidupan seharihari
Pengembangn kesadaran diri moralitas, dan suatu skala nilainilai Penembangn kebebasan pribadi Pengembangan sikapsikap terhadap kelompok sosial dan lembaga. Tugas perkembangan masa Remaja / adoselen (1218 tahun) :
Mencapai peranan sosial dan hubungan yang lebih matang sebagai lakilaki / perempuan serta kebebasan emosional dari orang tua Memperoleh jaminan kebebasan ekonomi dengan memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu pekerjaan.
Mempersiapkan diri untuk berkeluarga Mengembangkan kecakapan intelektual serta tingkah laku yang bertanggungjawab dalam masyarakat.
Tugas perkembangan pada masa Dewasa (18…)
Masa dewasa awal:
Memilih pasangan hidup dan belajar hidup bersama Memulai berkeluarga
Mulai menduduki suatu jabatan/pekerjaan
Masa dewasa tengah umur:
Mencapai tanggung jawab sosial dan warga negara yang dewasa.
Membantu anak belasan tahun menjadi dewasa Menghubungkan diri sendiri kepada suami/isteri sebagai suatu pribadi Menyesuaikan diri kepada orang tua yang semakin tua.
Tugas perkembangan usia lanjut :
Menyesuaikan diri pada kekuatan dan kesehatan jasmani Menyesuaikan diri pada saat pensiun dan pendapatan yang semakin berkurang.
Menyesuaikan diri terhadap kematian,terutama banyak beribadah. Yelon dan Weinstein (1977) sepakat bahwa perkembangan individu berlangsung secara bertahap .Pernyataan ini didasarkan pada karya tokohtokoh sebelumnya yang menerangkan perkembangan jenisjenis tingkah laku dalam kebudayaan Barat pada umur yang bervariasi, perkembangan tingkah laku tersebut diantaranya yaitu:
Perkembangan jenis tingkah laku masa anak kecil (toddler) Perkembangan fisiknya sangat aktif terutama untuk belajar menggerakan anggota tubuhnya.
Perkembangan bahasa pengucapan kalimat,serta belajar konsepkonsep
Dari benda yang dilihatnya.
 Mulai menyukai anakanak lain, tetapi tidak bermain dengan mereka.
Memberikan respon dan mulai tergantung pada orang tua.
Perkembangan jenis tingkah laku masa Pra sekolah (Prescholler) Perkembangan otot yang mantap disertai koordinasi anggota tubuh.
Bahasa yang berkembang dengan baik, ditandai dengan pemahaman terhadap
pandangan orang lain.
Mulai bisa mentaati aturanaturan dan menghormati kekuasaan.
Memusatkan diri pada perbedaan gender dan kecakapan masingmasing dengan menekspresikan semua perasaan.
Perkembangan jenis tingkah laku masa Kanakkanak (Childhood).
Mulai berorientasi pada kelompok yang mempengaruhi konsep dirinya.
Banyak menggunakan waktu untuk membebaskan diri dari rumah.
Perkembangan jenis tingkah laku masa Remaja awal (Early adolescense)
Pertumbuhan tubuhnya cepat ditandai dengan kematangan seksual.
Mulai dapat berpikir abstrak.
Menyesuaikan diri pada normanorma kelompok dan berteman dekat dengan
sebaya dan sejenis.
Mengusahakan untuk lebih bebas,dan emosional tidak stabil Perkembangan jenis tingkah laku masa Remaja akhir (late Adolescense)
Mencapai kematangan fisik.
Egosentrisme hilang dan dapat berpikir abstrak Berminat kepada lawan jenis dan mulai mengadakan hubungan pribadi.



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Landasan psikologis merupakan salah satu landasan yang penting dalam pelaksanan pendidikan karena keberhasilan pendidik dalam menjalankan tugasna sangat dipengaruhi oleh pemahamannya tentang peserta didik. Oleh karena itu pendidik harus mengetahui apa yang harus dilakukan kepada peserta didik dalam setiap tahap perkembangan yang berbeda mulai dari banyi hingga dewasa.

Saran
Karena begitu pentingnya landasan psikologis dalam pendidikan maka seluruh calon pendidik dan para pendidik diharapkan mampu mempelajari serta mengaplikasikan landasan psikologis dalam pendidikan agar proses pendidikan
berjalan dengan baik, serta dalam penulisan makalah ini penulis berharap keterlibatan pembaca dalam memberikan kritik dan saran sebagai bahan perbaikan dalam pembuatan makalah.

DAFTAR PUSTAKA
Hadikusumo, Kunaryo dkk. 1996. Pengantar Pendidikan. Semarang: IKIP
Semarang Press
Satmoko, R.S. 1989. DasarDasar Pendidikan. Semarang: IKIP Semarang Press
....................... 1999. Landasan Kependidikan (Pengantar ke arah Ilmu Pendidikan Pancasila).Semarang: IKIP Semarang Press

Tirtarahardja, Umar. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar