Sabtu, 09 November 2013

Konsep dasar antropologi

Pengertian antropologi
Pada dasarnya antropologi adalah cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyrakat suatu etnis tertentu. Antropologi terlahir karena ketertarikan orang-orang eropa melihat dan mempelajari ciri-ciri fisik, adat, budaya yang ada.
Ruang lingkup antropologi
Manusia sebagai mahluk biologis sekaligus manusia sebagai mahluk sosial atau masyrakat dengan segala kebudayaanya dan keragamannya.
Perbedaan antropologi dengan sosiologi
Pada dasarnya antropologi dan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai makluk sosial kemasyrakatan, namun secara umum yang membedakan keduanya adalah ruanglingkup masing-masing,  pada antropologi lebih memusatkan penduduk yang merupakan kesatuan masyrakat yang tinggal di daerah yang sama (masyrakat tunggal) dengan segala kebudayaanya dan keanekaragamanya, sedangkan sosiologi lebih menitikberatkan dari asfek kehidupan sosialnya secara luas.
Seperti halnya sosiologi, antropologi juga memiliki fase-fase dalam perkembanganya. Adapun fase-fase dalam antropologi diantaranya:
Fase pertama (sebelum tahun 1800-an)
Sekitar abat ke-15 dan 16 ketertarikan bangsa-bangsa eropa semakin besar, mereka menjelajah dunia mulai afrika, amerika, asia, hingga Australia dan menemukan banyak suku asing, dan mencatatnya menjadi sebuah bahan-bahan yang dideskripsikan yang di sebut etnografi dan menghimpun bahan etnografi tersebut.
Fase kedua ( tahun 1800-an)
Pada fase ini, antropologi bersifat akademis karena mempelajari masyrakat dan kebudayaan primitif dengan maksud memperoleh pengetahuan dan pemahaman tingkat-tingkat sejarah penyebaran kebudayaan manusia.
Fase ketiga ( sebelum abad ke-20)
Pada fase ini bagsa-bangsa eropa mulai membangun koloni di berbagai belahan dunia dan benua ( amerika, afrika, asia dan Australia ) yang sempat menemui berbagai kendala seperti perlawanan dari bangsa asli dan faktor cuaca yang kuran cocok, serta hambatan-hambatan lain. Untuk itulah bangsa eropa mempelajari kebudayaan dan kebiasaan demi kepentingan bangsa kolonial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar