LAPORAN HASIL
OBSERVASI PERENCANAAN PEMBELAJARAN DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM
DI SEKOLAH
YAYASAN KEMALA BHAYANGKARI (SMA KEMALA BHAYANGKARI 1)
TERAKREDITASI “A”
Nama; Amin Sinarjo dkk. (NIM F31111008)
1.
Apakah
ada kesulitan dalam membuat Prota, Prosem, Silabus, kisi-kisi soal?
Kesulitan itu pasti ada tapi dalam hal penrumusan rencana
pembelajaran belum ada kendala yang berarti, tetapi rencana yang disusun sedemi
kian rupa itu harusnya diimplementasikan, dalam hal implementasi inilah kami menemui
berbagai kendala.
2.
Jika
ya, kesulitan pada :
a.
Kurikulum; kurikulum 2013 yang
merupakan perubahan dari kurikulum 2006, Perubahan yang terjadi
dalam suatu kurikulum pendidikan ini
menghadirkan perbedaan dalam bentuk struktur,
element maupun esensial yang terkandung didalamnya.
Apalagi
berbicara implementasi sekolah dihadapi pada berbagai kendala diantarannya adalah
mengenai perubahan metode dan pendekatan pembelajaran dan model evaluasi (assegemen autentik) yang terkesan
teoritis padahal harapan sekolah selaku penyelenggara pendidikan hal seperti
ini seharusnya di sederhanakan “secara realistis bukan teoritis”.
Parahnya
lagi sekolah yang sebenarnya belum siap sumber daya manusia dan
infrastrukturnya tapi sudah menjalankan program kurikulum 2013 kesanya itu
terlalu dipaksakan.
b.
Buku
paket; masih ada yang tidak sesuai dengan rencana pembelajaran dan implementasi
kurikulum 2013, sehingga guru bidang studi terpaksa harus menyesuiakannya
sendiri dengan kurikulum 2013 dan yang sangat di sayangkan tidak semua guru
punya kompetensi yang
cukup untuk menadaptasikan hal itu.
c.
Sarana
prasarana; dalam hal saranapun juga demikian pengahapusan sistem jurusan
dalam kurikulum 2013 hanyalah omong kosong sebenarnya konsep itu masih saja
berlaku dan malah rebih rumit, bagaimana tidak penghapusan sistem penjurusan
diganti dengan tiga sistem yang terintegrasi dengan pengelompokan mata
pembelajaran; mata pelajaran wajib, perminatan wajib dan perminatan sehingga
infrastruktur kelas dan sarana ruangan belum menujang untuk memberlakukan
sistem yang demikian.
Keadaan ini diperparah lagi dalam hal jadwal
pembelajaran yang sering terjadi bentrokan jadwal antara mata pelajaran
perminatan (dua pilihan mata pelajaran) dengan perminatan wajib maupun mata
pelajaran wajib.
d.
Guru
SDM pendidik yang masih dipertanyakan tetapi sudah
menjalankan kurikulum 2013.
e.
Siswa
Kurikulum 2013 yang hendak merubah paradikma
peserta didik dari “diberi tahun menjadi mencari tahu” merubah pembelajaran contektual
menjadi cooperatif learning menyisakan masalah tersendiri mengenai model dan
metode pembelajaranya.
3.
Menghadapi
kesulitan yang dihadapi apakah ada upaya dari pihak sekolah / kepala sekolah
untuk mengatasi.
Dalam hal alternatif penyelesaian masalah sejauh ini
sekolah secara intensif melakukan perbaikan dalam hal fasilitas
(inftrastruktur) dan SDM pendidik dengan mengirimkan perwakilan diberbagai pelatihan
dan diklat-diklat serta rapat koordinasi guru mengenai implementasi kurikulum
2013, namun yang tidak kalah pentingnya lagi adalah keterlibatan langsung dari
supervisi dalam mempraktekan masalah model metode dan pendekatan serta evaluasi
pembelajaran.
Jadi bukan hanya konteks yang mengarah pada teori
pembelajaran tetapi juga praktek langsung pembelajran, jadi bukan hanya istilah
pelatihan SDM guru yang menitik beratkan pada teori yang sekolah harapkan
tetapi lebih realnya lagi pengawas memberanikan diri langsung mempraktekan model
pembelajaran dan evaluasi di depan guru-guru di sekolah.
4.
Menurut
bapak / ibu mana yang lebih sulit dalam membuat perangkat PBM dan proses PBM
Pada KBK, KTSP dan Kurikulum 2013
Kesulitan tentunya bukan
pada rumusan kurikulum KBK dan KTSP ataupun kurikulum 2013 tapi dalam hal ini
bagi pihak sekolah sebagai penyelenggara pendidikan kesulitanya terletak pada
implementasinya, meskipun dalam kurikulum 2013 itu rumit karena sebagai hasil
perbaikan dari kurikulum sebelumnya 2006 yaitu KTSP akrena percuma juga apabila
kurikulum kita diperbaiki dan diperbaharui tapi implememntasinya tidak berubah.
5.
Apa
perbedaannya antara KBK, KTSP dengan Kurikulum 2013
a.
Perubahan paradikma peserta didik dari “diberi tahu
menjadi mencari tahu”.
b.
Penghapusan penjurusan IPS dan IPA diganti dengan siatem
pengelompokan mata pelajaran terintegrasi dalam mata pelajaran wajib,
perminatan wajib, dan perminatan.
c.
Perubahan Model metode dan pendekatan pembelajaran
yang kontektual mengarah pada kooperatif learning, Menitik beratkan pada
keseimbangan peran antara guru dan peserta didik.
d.
Perubahan pada model evaluasi menjadi assegment
autentik.