Minggu, 06 April 2014

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SETENGAH HATI

LAPORAN HASIL OBSERVASI PERENCANAAN PEMBELAJARAN DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM
DI SEKOLAH
YAYASAN KEMALA BHAYANGKARI (SMA KEMALA BHAYANGKARI 1)
TERAKREDITASI “A”
Nama; Amin Sinarjo dkk. (NIM F31111008)
1.      Apakah ada kesulitan dalam membuat Prota, Prosem, Silabus, kisi-kisi soal?
Kesulitan itu pasti ada tapi dalam hal penrumusan rencana pembelajaran belum ada kendala yang berarti, tetapi rencana yang disusun sedemi kian rupa itu harusnya diimplementasikan, dalam hal implementasi inilah kami menemui berbagai kendala.
2.      Jika ya, kesulitan pada :
a.       Kurikulum; kurikulum 2013 yang merupakan perubahan dari kurikulum 2006, Perubahan yang terjadi dalam suatu kurikulum pendidikan ini menghadirkan perbedaan dalam bentuk struktur, element maupun esensial yang terkandung didalamnya.
Apalagi berbicara implementasi sekolah dihadapi pada berbagai kendala diantarannya adalah mengenai perubahan metode dan pendekatan pembelajaran  dan model evaluasi (assegemen autentik) yang terkesan teoritis padahal harapan sekolah selaku penyelenggara pendidikan hal seperti ini seharusnya di sederhanakan “secara realistis bukan teoritis”.
Parahnya lagi sekolah yang sebenarnya belum siap sumber daya manusia dan infrastrukturnya tapi sudah menjalankan program kurikulum 2013 kesanya itu terlalu dipaksakan.
b.      Buku paket; masih ada yang tidak sesuai dengan rencana pembelajaran dan implementasi kurikulum 2013, sehingga guru bidang studi terpaksa harus menyesuiakannya sendiri dengan kurikulum 2013 dan yang sangat di sayangkan tidak semua guru punya kompetensi yang cukup untuk menadaptasikan hal itu.
c.       Sarana prasarana; dalam hal saranapun juga demikian pengahapusan sistem jurusan dalam kurikulum 2013 hanyalah omong kosong sebenarnya konsep itu masih saja berlaku dan malah rebih rumit, bagaimana tidak penghapusan sistem penjurusan diganti dengan tiga sistem yang terintegrasi dengan pengelompokan mata pembelajaran; mata pelajaran wajib, perminatan wajib dan perminatan sehingga infrastruktur kelas dan sarana ruangan belum menujang untuk memberlakukan sistem yang demikian.
Keadaan ini diperparah lagi dalam hal jadwal pembelajaran yang sering terjadi bentrokan jadwal antara mata pelajaran perminatan (dua pilihan mata pelajaran) dengan perminatan wajib maupun mata pelajaran wajib.
d.      Guru
SDM pendidik yang masih dipertanyakan tetapi sudah menjalankan kurikulum 2013.
e.       Siswa
Kurikulum 2013 yang hendak merubah paradikma peserta didik dari “diberi tahun menjadi mencari tahu” merubah pembelajaran contektual menjadi cooperatif learning menyisakan masalah tersendiri mengenai model dan metode pembelajaranya.
3.      Menghadapi kesulitan yang dihadapi apakah ada upaya dari pihak sekolah / kepala sekolah untuk mengatasi.
Dalam hal alternatif penyelesaian masalah sejauh ini sekolah secara intensif melakukan perbaikan dalam hal fasilitas (inftrastruktur) dan SDM pendidik dengan mengirimkan perwakilan diberbagai pelatihan dan diklat-diklat serta rapat koordinasi guru mengenai implementasi kurikulum 2013, namun yang tidak kalah pentingnya lagi adalah keterlibatan langsung dari supervisi dalam mempraktekan masalah model metode dan pendekatan serta evaluasi pembelajaran.
Jadi bukan hanya konteks yang mengarah pada teori pembelajaran tetapi juga praktek langsung pembelajran, jadi bukan hanya istilah pelatihan SDM guru yang menitik beratkan pada teori yang sekolah harapkan tetapi lebih realnya lagi pengawas memberanikan diri langsung mempraktekan model pembelajaran dan evaluasi di depan guru-guru di sekolah.
4.      Menurut bapak / ibu mana yang lebih sulit dalam membuat perangkat PBM dan proses PBM Pada KBK, KTSP dan Kurikulum 2013
Kesulitan tentunya bukan pada rumusan kurikulum KBK dan KTSP ataupun kurikulum 2013 tapi dalam hal ini bagi pihak sekolah sebagai penyelenggara pendidikan kesulitanya terletak pada implementasinya, meskipun dalam kurikulum 2013 itu rumit karena sebagai hasil perbaikan dari kurikulum sebelumnya 2006 yaitu KTSP akrena percuma juga apabila kurikulum kita diperbaiki dan diperbaharui tapi implememntasinya tidak berubah.
5.      Apa perbedaannya antara KBK, KTSP dengan Kurikulum 2013
a.       Perubahan paradikma peserta didik dari “diberi tahu menjadi mencari tahu”.
b.      Penghapusan penjurusan IPS dan IPA diganti dengan siatem pengelompokan mata pelajaran terintegrasi dalam mata pelajaran wajib, perminatan wajib, dan perminatan.
c.       Perubahan Model metode dan pendekatan pembelajaran yang kontektual mengarah pada kooperatif learning, Menitik beratkan pada keseimbangan peran antara guru dan peserta didik.

d.      Perubahan pada model evaluasi menjadi assegment autentik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar