Minggu, 10 November 2013

EVALUASI HASIL BELAJAR

NAMA            : AMIN SINARJO
NIM                : F31111008
DOSEN          : AGUS SASTRAWAN
PRIHAL         : TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER
SOAL
1.      Jelaskan pengertian evaluasi hasil belajar?
2.      Jelaskan prinsif evaluasi hasil belajar yang baik?
3.      Jelaskan perbedaan antara tes uraian dan tes objektif?
4.      Jelaskan syarat tes yang baik?
5.      Jelakan fungsi nilai akhir atau rapor bagi siswa?
6.      Jelaskan peranan guru dalam evaluasi belajar?
7.      Jelaskan perbedaan teknik tes dan non tes?
JAWABAN
1.      Jelaskan pengertian evaluasi hasil belajar?
Secara umum Evaluasi Hasil Belajar adalah bagian dari rangkaian proses perencanaan dalam pembelajaran mulai dari pengumpulan informasi sampai pada penilaian dengan jalan membandingkan antara tujuan yang diharapkan secara prosedural (dalam RPP) dengan kemajuan nyata yang dicapai secara keseluruhan berupa kognitif, afektif, serta psikomotorik yang diinterpresentasikan dalam bahan pertimbangan mengenai proses yang mengedepankan komperhensif pendidikan (guru dan peserta didik).
2.      Jelaskan prinsif evaluasi hasil belajar yang baik?
a.       Evaluasi belajar yang bersifat objektif
Evaluasi yang di jalankan harusnya mengedepankan fakta, kepastian dan kejelasan atau keadaan yang sebenarnya yang dicapai individu/personality peserta didik secara keseluruhan intrument yang diukur (kognitif, afektif dan psikomotorik) dalam upaya menyusun langkah dan arah pembelajaran kedepanya.
b.      Evaluasi belajara yang bersifat continue
Evaluasi yang di jalankan harusnya mengedepankan kelanjutan sesuai dengan kontektual secara terus-menerus dalam upaya meningkatkan pemahaman peserta didik.
c.       Evaluasi belajar yang bersifat sistematis
Evaluasi yang di jalankan haruslah berkelanjutan dengan berbagai variasi dalam upaya menginterpresentasikan evaluasi belajar yang lebih objektif dengan mengedepankan tingkat pencapaian impersonal secara keseluruhan.
3.      Jelaskan perbedaan antara tes uraian dan tes objektif?
perbedaan utama tes objektif dan uraian adalah siapa yang menyediakan jawaban serta alternative jawaban sudah diatur oleh pembuat soal.
A.     Tes Objektif adalah tes atau butir soal yang telah mengandung kemungkinan jawaban yang harus dipilih atau dikerjakan oleh peserta tes.
Peserta tes hanya harus memilih jawaban dari alternatif jawaban yang disediakan, Bentuk tes objektif secara umum memiliki 3 tipe yaitu : a). Benar-salah (true false), b). Menjodohkan (matching), c). Pilihan ganda (multiple choice).
Butir soal objektif memiliki kekuatan antara lain : a). Mudah dikontruksi, b). Perangkat soal dapat mewakili seluruh pokok bahasan, c). Pemberian nilai dan cara menilai test objektif lebih cepat dan mudah karena tidak menuntut keahlian khusus dari pada si pemberi nilai, d). Alat yang baik untuk mengukur fakta dan hasil belajar langsung terutama berkenaan dengan ingatan, e). Untuk menjawab test objektif tidak banyak memakai waktu, f). Reabilitynya lebih tinggi kalau di bandingkan dengan test Essay, karena penilainnya bersifat objektif. G). Objektif test tidak memperdulikan penguasaan bahasa, sehingga mudah dilaksanakan, h). Validity test objektif lebih tinggi dari essay test, karena samplingnya lebih luas.
Adapun kelemahan butir soal objektif adalah : a). Mendorong peserta tes untuk menebak jawaban, karena mereka belum menguasai materi pelajaran tersebut, b). Terlalu menekankan kepada ingatan (kognitif), c). Peserta tes harus selalu memberikan penilaian absolut, d). Banyak memakan biaya, karena lembaran-lembaran item test harus sebanyak jumlah pengikut test, e). Nilai yang diperoleh belum tentu sesuai dengan kemampuan siswa, karena tak jarang siswa yang hanya asal menerka jawaban.
B.     Tes Uraian/esai.
Pengertian tes uraian adalah butiran soal yang mengandung pertanyaan atau tugas yang jawaban atau pengerjaan soal tersebut harus dilakukan dengan cara mengekspresikan pikiran peserta tes secara naratif.
Ciri khas tes uraian ialah; a). jawaban terhadap soal tersebut tidak disediakan oleh orang yang mengkontruksi butir soal, tetapi dipasok oleh peserta tes, b). Peserta tes bebas untuk menjawab pertanyaan yang diajukan, c). Setiap peserta tes dapat memilih, menghubungkan, dan atau menyampaikan gagasan dengan menggunakan kata-katanya sendiri.
Dengan pengertian diatas maka pemberian skor terhadap soal uraian tidak mungkin dilakukan secara objektif.
Adapun kelebihan soal uraian adalah :
a. Tes uraian dapat dengan baik mengukur hasil belajar yang kompleks, artinya hasil belajar yang tidak sederhana. Hasil belajar yang kompleks tidak hanya membedakan yang benar dari yang salah, tetapi juga dapat mengekspresikan pemikiran peserta tes serta pemilihan kata yang dapat memberi arti yang spesifik pada suatu pemahaman tertentu.
b. Tes bentuk uraian terutama menekankan kepada pengukuran kemampuan dan kemampuan mengintegrasikan berbagai buah pikiran dan sumber informasi kedalam suatu pola berpikir tertentu, yang disertai dengan keterampilan pemecahan masalah. Integrasi buah pikiran itu membutuhkan dukungan kemampuan untuk mengekspresikannya. Tanpa dukungan kemampuan mengekspresikan buah pikiran secara teratur dan terarah, maka kemampuan tidak terlihat secara utuh. Bahkan kemampuan itu secara sederhana sudah akan dapat kelihatan dengan jelas dalam pemilihan kata, penyusunan kalimat, penggunaan tanda baca, penyusunan paragraf dan susunan rangkain paragraf dalam suatu keutuhan pikiran.
c. Bentuk tes uraian lebih meningkatkan motivasi peserta didik untuk melahirkan kepribadiannya dan watak sendiri, sesuai dengan sifat tes uraian yang menuntut kemampuan siswa untuk mengekspresikan jawaban dalam kata-kata sendiri. Untuk dapat mengekspresikan pemahaman dan penguasaan bahan dalam jawaban tes, maka bentuk tes uraian menuntut penguasaan bahan secara utuh. Penguasaan bahan yang tanggung atau parsial dapat dideteksi dengan mudah. Karena itu untuk menjawab tes uraian dengan baik peserta tes akan berusaha menguasai bahan yang diperkirakannya akan diujikan dalam tes secara tuntas. Seorang peserta tes yang mengerjakan tes uraian dengan penguasaan bahan parsial akan tidak mampu menjawab soal dengan benar atau akan berusaha dengan cara membual.
d. Kelebihan lain tes uraian ialah memudahkan guru untuk menyusun butir soal. Kemudahan ini terutama disebabkan oleh dua hal, yaitu: Jumlah butir soal tidak perlu banyak, guru tidak selalu harus memasok jawaban atau kemungkinan jawaban yang benar sehingga akan sangat menghemat waktu konstruksi soal. Tetapi hal ini tidak berarti butir soal uraian dapat dikontruksikan secara asal-asalan. Kaidah penyusunan tes uraian tidaklah lebih sederhana dari kaidah penyusunan tes objektif.
e. Tes uraian sangat menekankan kemampuan menulis. Hal ini merupakn kebaikan sekaligus kelemahannya. Dalam arti yang positif tes uraian akan sangat mendorong siswa dan guru untuk belajar dan mengajar, serta menyatakan pikiran secara tertulis. Dengan demikian diharapkan kemampuan para peserta didik dalam menyatakan pikiran secara tertulis akan meningkat. Tetapi dilihat dari segi lain, penekanan yang berlebihan terhadap penggunaan tes uraian yang sangat menekankan kepada kemampuan menyatakan pikiran dalam bentuk tulisan yang dapat menjadikan tes sebagai alat ukur yang tidak adil dan tidak reliable. Bagi siswa yang tidak mempunyai kemampuan menulis, akan menjadi beban.
Tes uraian di samping memiliki kelebihan terdapat pula kelemahan-kelemahannya, yaitu :
a.       Reliabilitasnya rendah artinya skor yang dicapai oleh peserta tes tidak konsisten bila tes yang sama atau tes yang parallel yang diuji ulang beberapa kali.
b.      Untuk menyelesaikan tes uraian guru dan siswa membutuhkan waktu yang banyak.
c.       Jawaban peserta tes kadang-kadang disertai bualan-bualan.
d.      Kemampuan menyatakan pikiran secara tertulis menjadi hal yang paling membedakan prestasi belajar siswa.
4.      Jelaskan syarat tes yang baik?
A.    Validitas tes merupakan sifat terpenting dari tes dalam kaitannya dengan mutu atau kualitas. Tes yang baik memiliki validitas yang tinggi atau baik. Validitas tes adalah kesesuaian hasil dengan kriteria-kriteria yang telah dirumuskan serta sejauh mana sebuah tes dapat mengukurnya. Sebuah alat ukur (tes) dapat dikatakan mempunyai validitas yang baik apabila tes tersebut tepat mengukur kemampuan siswa dengan benar sesuai kenyataan yang ada (sesungguhnya). Ada 4 (empat) macam validitas tes yang seringkali menjadi perhatian untuk menguji kualitasnya, yaitu: (a) validitas isi; (b) validitas susunan (konstruksi); (c) validitas bandingan; dan (d) validitas ramalan.
B.     Reabilitas tes diartikan sebagai sifat konsistensi (keajegan) & ketelitian sebuah tes (alat ukur/instrumen). Sifat konsistensi atau keajegan sebuah tes dapat diperoleh dengan cara memberikan tes yang sama sesudah selang beberapa waktu lamanya siswa yang sama. Dengan kata lain, reliabilitas tes merujuk pada ketetapan (keajegan) nilai yang diperoleh sekelompok siswa pada kesempatan yang berbeda dengan tes yang sama, ataupun tes serupa yang butir-butir soal penyusunnya ekuivalen (sebanding). Sifat reliabilitas tes merupakan pengecekan terhadap kesalahan yang mungkin terjadi pada nilai tunggal tertentu sebagai susunan dari suatu kelompok siswa yang mungkin berubah karena tes itu sendiri.
C.     Sifat tes yang berikutnya adalah daya pembeda atau diferensiasi tes atau tingkat diskriminatif tes. Daya pembeda tes merupakan kemampuan sebuah tes untuk menunjukkan perbedaan-perbedaan sifat/faktor tertentu yang terdapat pada siswa yang satu dengan yang lain.
D.    Sebuah tes yang baik mempunyai sifat seimbang. Keseimbangan merujuk pada tes terdapat semua aspek yang akan diukur. Tidak boleh tes hanya menumpuk pada suatu aspek tertentu sehingga hasil tes benar-benar dapat mengukur apa yang akan diukur dan dapat mengungkapkan apa yang sebenarnya harus diungkapkan. Bagian-bagian pembelajaran yang sifatnya penting mendapat porsi yang lebih banyak bila dibandingkan dengan bagian-bagian pembelajaran yang sifat kurang penting.
E.     Sebuah alat ukur atau tes harus memiliki sifat efisien (berdaya guna). Apakah suatu tes akan memberikan informasi yang cukup bila dibandingkan dengan waktu yang digunakan oleh guru saat menggali informasi tersebut. Contohnya, sebuah tes yang dilakukan secara lisan (oral test) tidak efisien bila dilakukan terhadap 100 siswa kalau hanya untuk mencek sejauh mana siswa telah membaca buku tertentu yang ditugaskan pada mereka.
F.      Tes sebaiknya memiliki obyektivitas yang tinggi. Bilapun non-obyektif, maka subyektivitas yang mungkin akan muncul harus dapat diminimalkan. Suatu tes (instrumen) yang memiliki obyektivitas tinggi akan memberikan kemungkinan jawaban siswa benar atau salah saja. Bila unsur subyektivitas terlalu tinggi, maka berarti guru telah melakukan tindakan yang kurang jujur (adil) kepada siswanya sendiri.
G.    Sifat penting lainnya yang harus dimiliki oleh tes yang baik adalah kekhususan. Kekhususan bermakna: pertanyaan-pertanyaan yang merupakan komponen-komponen tes tersebut hanya akan dapat dijawab oleh siswa-siswa yang mempelajari bahan pembelajaran yang diberikan. Sementara, siswa-siswa yang tidak mempelajari bahan pembelajaran tidak akan dapat menjawabnya.
H.    Tingkat kesulitan tes perlu diperhatikan jika ingin menyusun sebuah tes yang berkualitas. Pertanyaan-pertanyaan dirumuskan sesuai dengan taraf kemampuan siswa untuk menjawabnya. Guru harus pandai mengira, agar tes yang dibuat tidak terlalu mudah dan juga tidak terlalu sulit (sukar).
I.       Tingkat Kepercayaan, Tes harus dibuat sedemikian rupa sehingga siswa-siswa yang berada pada tingkat kemampuan yang sama akan memperoleh hasil yang sama. Tingkat kepercayaan terhadap sebuah tes dikatakan rendah atau tidak baik apabila justru siswa-siswa yang memiliki kemampuan bagus memperoleh nilai jelek dan sebaliknya siswa-siswa berkemampuan kurang bagus memperoleh nilai yang baik.
J.       Keadilan Tes, Tes harus dirancang sedemikian rupa sehingga setiap siswa yang mengikutinya (mengerjakannya) mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh nilai yang baik. Semua siswa harus mempunyai kesempatan untuk menunjukkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap apa saja yang telah mereka kuasai setelah mengikuti pembelajaran.
K.    Alokasi Waktu Tes, Saat menggunakan sebuah tes (alat ukur), guru harus menyediakan alokasi waktu yang wajar (memadai). Tidak kurang, tidak lebih. 
5.      Jelakan fungsi nilai akhir atau rapor bagi siswa?
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa nilai akhir atau raport tidak hanya memiliki fungsi tanggung jawab elementer (normatif, operasional dan administratif) dari seorang guru namun juga berfungsi bagi pengembangan dan kemajuan peserta didik, dalam hal ini hasil raport harus dapat di jadikan parameter dalam meningkatkan angka indeks prestasi seperti penigkatkan belajar dirumah dan sebagainya.
6.      Jelaskan peranan guru dalam proses evaluasi belajar?
Peran seorang guru merupakan element vital dalam evaluasi belajar mulai dari proses (operasional-prosedural) sampai pada tanggung jawab outentik (administratif).
misalkan saja; dalam proses prosedural misalnya dapat berupa peran perencanaan studi pencapaian indeks prestasi secara umum dalam RPP, Dalam proses operasioanal dapat berupa pengawasan terhadap rancangan studi terhadap tiap-individu peserta didik, sedangkan pertangung jawaban hasil berhubungan dengan langkah dan keputusan, orang tua murid, serta lembaga.
7.      Jelaskan perbedaan teknik tes dan non tes?
A.    teknik non tes meliputi ; skala bertingkat, kuesioner, daftar cocok, wawancara, pengamatan, riwayat hidup.
a.       Rating scale atau skala bertingkat menggambarkan suatu nilai dalam bentuk angka. Angka-angak diberikan secara bertingkat dari anggak terendah hingga angkat paling tinggi. Angka-angka tersebut kemudian dapat dipergunakan untuk melakukan perbandingan terhadap angka yang lain.
b.      Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang terbagi dalam beberapa kategori. Dari segi yang memberikan jawaban, kuesioner dibagi menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung. Kuesioner langsung adalah kuesioner yang dijawab langsung oleh orang yang diminta jawabannya Sedangkan kuesiioner tidak langsung dijawab oleh secara tidak langsung oleh orang yang dekat dan mengetahui si penjawab.
c.       Daftar cocok adalah sebuah daftar yang berisikan pernyataan beserta dengan kolom pilihan jawaban. Si penjawab diminta untuk memberikan tanda silang (X) atau cek (√) pada awaban yang ia anggap sesuai.
d.      Wawancara, suatu cara yang dilakukan secara lisan yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan informsi yang hendak digali. wawancara dibagi dalam 2 kategori, yaitu pertama, wawancara bebas yaitu si penjawab (responden) diperkenankan untuk memberikan jawaban secara bebas sesuai dengan yang ia diketahui tanpa diberikan batasan oleh pewawancara. Kedua adalah wawancara terpimpin dimana pewawancara telah menyusun pertanyaan pertanyaan terlebih dahulu yang bertujuan untuk menggiring penjawab pada informsi-informasi yang diperlukan saja.
e.       Pengamatan atau observasi, adalah suatu teknik yang dilakuakn dengan mengamati dan mencatat secara sistematik apa yang tampak dan terlihat sebenarnya. Pengamatan atau observasi terdiri dari 3 macam yaitu : (1) observasi partisipan yaitu pengamat terlibat dalam kegiatan kelompok yang diamati. (2) Observasi sistematik, pengamat tidak terlibat dalam kelompok yang diamati. Pengamat telah membuat list faktor faktor yang telah diprediksi sebagai memberikan pengaruh terhadap sistem yang terdapat dalam obejek pengamatan.
f.       Riwayat hidup, evaluasi ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi mengenai objek evaluasi sepanjang riwayat hidup objek evaluasi tersebut.
B.     Teknik tes . Dalam evaluasi pendidikan terdapat 3 macam tes yaitu:
1.Evaluasi Diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.
2.Evaluasi Selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siwa yang sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu.
3.Evaluasi Penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu sesuai kriteria yg dimilikiya.
4.Evaluasi Formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses pembelajaran.

5.Evaluasi Sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar