Artikel
pembelajaran kelompok
MATA KULIAH : SBM,
IPS. Terpadu
Dosen pembimbing
penyusunan: aminuyati
Disususn oleh:
1. Amin Sinarjo NIM F31111008
STRATEGI BELAJAR MENGAJAR IPS.
TERPADU
FAKULTAS KEGURUAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
TAHUN 2013
A. BELAJAR KELOMPOK
Belajar kelompok merupakan
strategi pembelajaran yang sangat efektif, pembelajaran kelompok merupakan
model pembelajaran dimana siswa bersama untuk berfikir, bekerja sama untuk
mencapai tujuan khusus atau menyelesaikan sebuah tugas. Berbagai model telah
dikembangkan sepeti Tim Siswa Kelompok Prestasi (Student teams Achievement
division), STAD , TGT (Teams Games Taurnament), TAI (Teams Assisted
Individualization), CIRC (Cooperative Integrated Reading And Compotition),
Jigsaw, Kelompok penelitian, belajar bersama, dan sebagainya. Beberapa model
menggambarkan bagaimana tugas diatur dan bagaimana kelompok-kelompok itu
berevaluasi dan beberapa model lainya siswa bekerja sendiri-sendiri sebuah
aspek tugas, mengumpulkan hasil kerja mereka ketika tugas telah selesai
dikerjakan.
Pembelajaran kelompok
merupakan model pembelajaran yang di dalamnya siswa bekerja bersama-sama untuk
mencapai tujuan khusus dan menyelesaikan suatu tugas. Pembelajaran kelompok
menekankan komunikasi antar siswa dalam tim-tim kecil. Dalam model pembelajaran
tersebut siswa diberi kesempatan untuk membicarakan,pengamatan mereka, ide-ide
mereka dan teori-teori mereka dalam
rangka memahami suatu pelajaran. Selain itu dalam pembelajaran ini
diciptakan suasana belajar yang dapat memberi kesempatan pada siswa untuk
berinteraksi satu dengan yang lain dalam rangka mencapai tujuan bersama. Dalam
interaksi ini siswa akan membentuk komunitas yang memungkinkan mereka untuk
mencintai proses belajar dan mencintai satu sama lain (Lie, 1999:6).
1.
PENGERTIAN BELAJAR KELOMPOK.
Menurut Ausuble,
Novak, dan Hanesian (1978), ada dua jenis belajar yaitu belajar bermakna (meaningful
learning) dan belajar menghapal (rote learning). Belajar
bermakna adalah suatu proses belajar dimana informasi baru
dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dipunyai seseorang yang
sedang belajar. Belajar bermakna terjadi bila pelajar mencoba menghubungkan
fenomena baru ke dalam struktur pengetahuan mereka. Ini terjadi melalui belajar
konsep, dan perubahan konsep yang telah ada, yang akan mengakibatkan
pertumbuhan dan perubahan struktur konsep yang telah
dipunyai si pelajar. Untuk itu kita memerlukan suatu teknik pengajaran yang
dapat membuat materi pelajaran tersebut bermakna bagi siswa. Salah satu teknik yang bisa digunakan adalah
dengan belajar kelompok.
Menurut
Mudjiono kerja kelompok dapar
diartikan sebagai format belajar-mengajar yang menitik beratkan kepada
interaksi anggota yang satu dengan anggota yang lain dalam suatu kelompok guna
menyelesaikan tugas-tugas belajar secara bersama-sama
Metode
Pembelajaran Kelompok atau dikenal Cooperative learning merupakan salah
satu model pembelajaran yang menekankan proses kerjasama pembelajar untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Falsafah yang mendasari model pembelajaran
kelompok adalah falsafah homo homini
socius yang menegaskan bahwa manusia pada dasarnya adalah
makhluk sosial. Kerjasama menjadi kebutuhan teramat penting bagi
kelangsungan hidup. Tanpa kerjasama tidak ada individu, keluarga, masyarakat
atau sekolah. Dengan demikian model pembelajaran kelompok mengandung makna
bahwa suatu kelas sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri ataupun dibagi
menjadi kelompok-kelompok kecil dan ada proses kerjasama antar anggota untuk
mencapai tujuan pembelajaran.
Dapat disimpulakan bahwa; pembelajaran kelompok
merupakan suatu kegiatan dalam pembelajaran kontekstual yang dilakukan dengan
asas cooperatif (kerjasama), sosial, emosional, intelektual, motivasi serta yang juga sangat mengandalkan kolektifitas,
tanpa mengurangi tingkat kemandirian serta intuitif dalam diri individu yang
disimpulkan dalam sebuah opini, asumsi, hipotesis untuk didiskusikan dan
mengevaluasikan, memperifikasikan kembali didalam kelompok dalam upaya
memperkaya diri dengan berbagai keilmuan, melatih keterampilan sosial,
interaksi (komunikasi), membiasakan diri terjun kedalam permasalahan dalam
mencari keputusan terbaik, untuk menjadikan pribadi yang adil, demokratis
susuai dengan hukum sosial.
2.
KELEBIHAN DALAM BELAJAR KELOMPOK
a.
Dapat memberikan
kesempatan kepada para siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan
membahas suatu masalah.
b.
Dapat memberikan
kepada para siswa untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu
kasus atau masalah.
c.
Dapat mengembangkat
bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi.
d.
Para siswa lebih
aktif bergabung dalam pelajaran mereka, dan mereka lebih aktif berpartisipasi
dalam diskusi.
e.
Dapat memberi
kesempatan kepada siswa untuk megembangkan rasa menghargai dan menghormati
pribadi temannya, menghargai pendapat orang lain, hal mana mereka telah saling
membantu kelompok dalam usahanya mencapai tujuan bersama.
f.
Dapat
melibatkan siswa secara aktif dalam mengembangkan pengetahuan, sikap, dan
keterampilannya dalam suasana belajar mengajar yang bersifat terbuka dan demokratis.
g.
Dapat
mengembangkan aktualisasi berbagai potensi diri yang telah dimiliki oleh
siswa.
h.
Dapat
mengembangkan dan melatih berbagai sikap, nilai, dan keterampilan-keterampilan
sosial untuk diterapkan dalam kehidupan di masyarakat.
i.
siswa
tidak hanya sebagai obyek belajar melainkan juga sebagai subyek belajar karena
siswa dapat menjadi tutor sebaya bagi siswa lainnya.
j.
siswa
dilatih untuk bekerjasama, karena bukan materi saja yang dipelajari tetapi juga
tuntutan untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal bagi kesuksesan
kelompoknya.
k.
Dapat
mengurangi rasa kantuk dibanding belajar sendiri, Jika belajar sendiri sering
kali rasa bosan timbul dan rasa kantuk pun datang. Apalagi jika mempelajari
pelajaran yang kurang menarik perhatian atau pelajaran yang sulit. Dengan belajar bersama, orang
punya teman yang memaksa aktif dalam belajar. Demikian pula ada kesempatan
bersenda gurau sesedikit mungkin untuk mengalihkan kebosanan.
l.
Dapat merangsang motivasi belajar, Melalui kerja kelompok, akan dapat menumbuhkan perasaan ada saingan. Jika
sudah menghabiskan waktu dan tenaga yang sama dan ternyata ada teman yang
mendapat nilai lebih baik, akan timbul minat mengejarnya. Jika sudah berada di
atas, tentu ingin mempertahankan agar tidak akan dikalahkan teman-temannya.
m.
Ada tempat bertanya, Kerja secara kelompok, maka ada tempat untuk bertanya
dan ada orang lain yang dapat mengoreksi kesalahan anggota kelompok. Belajar
sendiri sering terbentur pada masalah sulit terutama jika mempelajari sejarah.
Dalam belajar berkelompok, seringkali dapat memecahkan soal yang sebelumnya
tidak bisa diselesaikan sendiri. Ide teman dapat dicoba dalam menyelesaikan
soal latihan. Jika ada lima orang dalam kelompok itu, tentu ada lima kepala
yang mempunyai tingkat pengetahuan dan kreativitas yang berbeda. Pada saat
membahas suatu masalah bersama akan ada ide yang saling melengkapi.
n.
Kesempatan melakukan resitasi oral, Kerja kekompok, sering anggota kelompok harus
berdiskusi dan menjelaskan suatu teori kepada teman belajar. Inilah saat yang
baik untuk resitasi. Akan dijelaskan suatu teori dengan bahasa sendiri. Belajar
mengekspresikan apa yang diketahui, apa yang ada dalam pikiran ke dalam bentuk
kata-kata yang diucapkan.
o.
Dapat membantu timbulnya asosiasi dengan perisitwa
lain yang mudah diingat, Melalui kerja kelompok akan
dapat membantu timbulnya asosiasi dengan peristiwa lain yang mudah diingat.
Misalnya, jika ketidaksepakatan terjadi di antara kelompok, maka perdebatan
sengit tak terhindarkan. Setelah perdebatan ini, biasanya akan mudah mengingat
apa yang dibicarakan dibandingkan masalah lain yang lewat begitu saja. Karena
dari peristiwa ini, ada telinga yang mendengar, mulut yang berbicara, emosi
yang turut campur dan tangan yang menulis. Semuanya sama-sama mengingat di kepala.
Jika membaca sendirian, hanya rekaman dari mata yang sampai ke otak, tentu ini
dapat kurang kuat.
Selain kelebihannya, pendekatan pembelajaran kooperatif juga memiliki
kelemahan. Hal ini sesuai dengan pendapat Lie (1999: 29) yaitu: siswa
yang dibagi dalam kelompok kemudian diberikan tugas. Akibatnya siswa merasa
ditinggal sendiri dan karena mereka belum berpengalaman, merasa bingung dan
tidak tahu bagaimana harus bekerjasama menyelesaikan tugas tersebut sehingga
menimbulkan kekacauan dan kegaduhan.
Berdasarkan pendapat sebelumnya, jelas bahwa di samping kelebihan atau
manfaat yang dapat dirasakan oleh siswa dalam model pembelajaran kooperatif,
juga terdapat kelemahan di mana hal tersebut menuntut kemampuan guru dalam
menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan mengawasi proses kerjasama
dalam belajar yang dilakukan oleh siswa.
Thabrany (1993: 94)
mengemukakan kelebihan atau keuntungan dan kekurangan kerja kelompok atau
pembelajaran kooperatif yaitu:
§
Dapat
mengurangi rasa kantuk dibanding belajar sendiri
§
Dapat
merangsang motivasi belajar.
§
Ada
tempat bertanya
§
Kesempatan
melakukan resitasi oral
§
Dapat
membantu timbulnya asosiasi dengan peristiwa lain yang mudah diingat.
3.
SEDANGKAN KEKURANGAN
DARI BELAJAR KELOMPOK IALAH:
a.
Belajar kelompok
sering hanya melibatkan kepada siswa yang mampu sebab mereka cakap memimpin
kurang mengarahkan mereka yang kurang mampu.
b.
Belajar kelompok
kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan gaya mengajar
yang berbeda-beda pula.
c.
Keberhasilan belajar kelompok
ini tergantung kepada kemampuan siswa memimpin kelompok atau untuk bekerja
sendiri.
d.
Bisa
menjadi sarana mengobrol atau gosip, diskusi yang tidak produktif.
e.
Sering
terjadi debat sepele di dalam kelompok, bisa terjadi kesalahan kelompok.
Penjelasan
a. Bisa menjadi tempat
mengobrol atau gossip Kelemahan yang senantiasa terjadi dalam belajar
kelompok adalah dapat menjadi tempat mengobrol. Hal ini terjadi jika
anggota kelompok tidak mempunyai kedisiplinan dalam belajar, seperti datang
terlambat, mengobrol atau bergosip membuat waktu berlalu begitu saja sehingga
tujuan untuk belajar menjadi sia-sia.
b. Sering terjadi debat
sepele di dalam kelompok Debat sepele ini sering terjadi di dalam kelompok. Debat
sepele ini sering berkepanjangan sehingga membuang waktu percuma. Untuk itu,
dalam belajar kelompok harus dibuatkan agenda acara. Misalnya, 25 menit
mendiskusikan bab tertentu, dan 10 menit mendiskusikan bab lainnya. Dengan
agenda acara ini, maka belajar akan terarah dan tidak terpancing untuk berdebat
hal-hal sepele.
c.
Bisa terjadi kesalahan kelompok Jika ada satu anggota kelompok menjelaskan
suatu konsep dan yang lain percaya sepenuhnya konsep itu, dan ternyata konsep
itu salah, maka semua anggota kelompok berbuat salah. Untuk menghindarinya,
setiap anggota kelompok harus sudah mereview sebelumnya. Kalau membicarakan hal
baru dan anggota kelompok lain belum mengetahui, cari konfirmasi dalam buku
untuk pendalaman.
“Model pembelajaran kooperatif di samping
memiliki kelebihan juga mengandung beberapa kelemahan apabila para anggota
kelompok tidak menyadari makna kerjasama dalam kelompok”. Oleh karena itu, Thabrany (1993: 96)
menyarankan bahwa “agar kelompok beranggotakan 3, 5 atau 7 orang, jangan lebih
dari 7 dan sebaiknya tidak genap karena dapat terjadi beberapa blok yang saling
mengobrol, dan jangan ada yang pelit artinya harus terbuka pada kawan”.
KESIMPULAN
1.
Belajar kelompok
adalah suatu proses belajar bersama yang melibatkan beberapa orang dengan
tujuan memecahkan masalah secara bersama-sama dan saling bertukar pikiran.
2.
Tujuan utama dari
belajar kelompok ini adalah agar anak dapat bersosialisasi dan bekerjasama
terutama untuk kegiatan yang memerlukan pemecahan masalah bersama, seperti
melakukan percobaan, berdiskusi, bermain peran, juga untuk mendorong agar anak
yang pemalu dan penakut dapat ikut berbicara.
3.
Cara pembagian dapat
disesuaikan dengan banyaknya siswa di dalam kelas. Siswa yang lebih aktif dapat
disatukan dengan siswa yang kurang aktif agar dapat saling memotivasi.
4.
Teknik belajar
kelompok adalah suatu cara bagaimana belajar kelompok bisa
terlaksana dengan baik, ada beberapa teknik yang dapat dilakukan diantaranya
adalah dengan metode diskusi, feedback(umpan balik), dan
persentasi.
5.
Ada kekurangan dan
kelebihan dari teknik belajar kelompok. Salah satu kelebihannya yaitu siswa
dapat saling berukar pikiran dan terbiasa dalam mengemukakan pendapatnya. Dan
salah satu kekurangannya ialah adanya sebagian siswa yang kurang perduli
dengan adanya belajar berkelompok sehingga dalam kelompok tersebut hanya satu orang
saja yang mendominasi dan aktif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar