Minggu, 10 November 2013

Artikel pembelajaran kelompok

Artikel pembelajaran kelompok
MATA KULIAH : SBM, IPS. Terpadu
Dosen pembimbing penyusunan: aminuyati
Disususn oleh:
1. Amin Sinarjo                                 NIM F31111008

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR IPS. TERPADU
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
TAHUN 2013

A.    BELAJAR KELOMPOK
Belajar kelompok merupakan strategi pembelajaran yang sangat efektif, pembelajaran kelompok merupakan model pembelajaran dimana siswa bersama untuk berfikir, bekerja sama untuk mencapai tujuan khusus atau menyelesaikan sebuah tugas. Berbagai model telah dikembangkan sepeti Tim Siswa Kelompok Prestasi (Student teams Achievement division), STAD , TGT (Teams Games Taurnament), TAI (Teams Assisted Individualization), CIRC (Cooperative Integrated Reading And Compotition), Jigsaw, Kelompok penelitian, belajar bersama, dan sebagainya. Beberapa model menggambarkan bagaimana tugas diatur dan bagaimana kelompok-kelompok itu berevaluasi dan beberapa model lainya siswa bekerja sendiri-sendiri sebuah aspek tugas, mengumpulkan hasil kerja mereka ketika tugas telah selesai dikerjakan.
Pembelajaran kelompok merupakan model pembelajaran yang di dalamnya siswa bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan khusus dan menyelesaikan suatu tugas. Pembelajaran kelompok menekankan komunikasi antar siswa dalam tim-tim kecil. Dalam model pembelajaran tersebut siswa diberi kesempatan untuk membicarakan,pengamatan mereka, ide-ide mereka dan teori-teori mereka dalam  rangka memahami suatu pelajaran. Selain itu dalam pembelajaran ini diciptakan suasana belajar yang dapat memberi kesempatan pada siswa untuk berinteraksi satu dengan yang lain dalam rangka mencapai tujuan bersama. Dalam interaksi ini siswa akan membentuk komunitas yang memungkinkan mereka untuk mencintai proses belajar dan mencintai satu sama lain (Lie, 1999:6).
1.      PENGERTIAN BELAJAR KELOMPOK.
Menurut Ausuble, Novak, dan Hanesian (1978), ada dua jenis belajar yaitu belajar bermakna (meaningful learning) dan belajar menghapal (rote learning). Belajar bermakna adalah suatu  proses belajar dimana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dipunyai seseorang yang sedang belajar. Belajar bermakna terjadi bila pelajar mencoba menghubungkan fenomena baru ke dalam struktur pengetahuan mereka. Ini terjadi melalui belajar konsep, dan perubahan konsep yang telah ada, yang akan mengakibatkan pertumbuhan dan perubahan struktur konsep yang telah dipunyai si pelajar. Untuk itu kita memerlukan suatu teknik pengajaran yang dapat membuat materi pelajaran tersebut bermakna bagi siswa. Salah satu teknik yang bisa digunakan adalah dengan belajar kelompok.
Menurut Mudjiono kerja kelompok dapar diartikan sebagai format belajar-mengajar yang menitik beratkan kepada interaksi anggota yang satu dengan anggota yang lain dalam suatu kelompok guna menyelesaikan tugas-tugas belajar secara bersama-sama
Metode Pembelajaran Kelompok atau dikenal Cooperative learning merupakan salah satu model pembelajaran yang menekankan proses kerjasama pembelajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Falsafah yang mendasari model pembelajaran kelompok adalah falsafah homo homini socius yang menegaskan bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Kerjasama menjadi kebutuhan teramat penting bagi kelangsungan hidup. Tanpa kerjasama tidak ada individu, keluarga, masyarakat atau sekolah. Dengan demikian model pembelajaran kelompok mengandung makna bahwa suatu kelas sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri ataupun dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan ada proses kerjasama antar anggota untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Dapat disimpulakan bahwa; pembelajaran kelompok merupakan suatu kegiatan dalam pembelajaran kontekstual yang dilakukan dengan asas cooperatif (kerjasama), sosial, emosional, intelektual, motivasi serta  yang juga sangat mengandalkan kolektifitas, tanpa mengurangi tingkat kemandirian serta intuitif dalam diri individu yang disimpulkan dalam sebuah opini, asumsi, hipotesis untuk didiskusikan dan mengevaluasikan, memperifikasikan kembali didalam kelompok dalam upaya memperkaya diri dengan berbagai keilmuan, melatih keterampilan sosial, interaksi (komunikasi), membiasakan diri terjun kedalam permasalahan dalam mencari keputusan terbaik, untuk menjadikan pribadi yang adil, demokratis susuai dengan hukum sosial.
2.      KELEBIHAN DALAM BELAJAR KELOMPOK
a.       Dapat memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas suatu masalah.
b.      Dapat memberikan kepada para siswa untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu kasus atau masalah.
c.       Dapat mengembangkat bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi.
d.      Para siswa lebih aktif bergabung dalam pelajaran mereka, dan mereka lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi.
e.       Dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk megembangkan rasa menghargai dan menghormati pribadi temannya, menghargai pendapat orang lain, hal mana mereka telah saling membantu kelompok dalam usahanya mencapai tujuan bersama.
f.       Dapat melibatkan siswa secara aktif dalam mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya dalam suasana belajar mengajar yang bersifat terbuka dan demokratis. 
g.      Dapat mengembangkan aktualisasi berbagai potensi diri yang telah dimiliki oleh siswa. 
h.      Dapat mengembangkan dan melatih berbagai sikap, nilai, dan keterampilan-keterampilan sosial untuk diterapkan dalam kehidupan di masyarakat. 
i.        siswa tidak hanya sebagai obyek belajar melainkan juga sebagai subyek belajar karena siswa dapat menjadi tutor sebaya bagi siswa lainnya. 
j.        siswa dilatih untuk bekerjasama, karena bukan materi saja yang dipelajari tetapi juga tuntutan untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal bagi kesuksesan kelompoknya.
k.      Dapat mengurangi rasa kantuk dibanding belajar sendiri, Jika belajar sendiri sering kali rasa bosan timbul dan rasa kantuk pun datang. Apalagi jika mempelajari pelajaran yang kurang menarik perhatian atau pelajaran yang sulit. Dengan belajar bersama, orang punya teman yang memaksa aktif dalam belajar. Demikian pula ada kesempatan bersenda gurau sesedikit mungkin untuk mengalihkan kebosanan.
l.        Dapat merangsang motivasi belajar, Melalui kerja kelompok, akan dapat menumbuhkan perasaan ada saingan. Jika sudah menghabiskan waktu dan tenaga yang sama dan ternyata ada teman yang mendapat nilai lebih baik, akan timbul minat mengejarnya. Jika sudah berada di atas, tentu ingin mempertahankan agar tidak akan dikalahkan teman-temannya.
m.    Ada tempat bertanya, Kerja secara kelompok, maka ada tempat untuk bertanya dan ada orang lain yang dapat mengoreksi kesalahan anggota kelompok. Belajar sendiri sering terbentur pada masalah sulit terutama jika mempelajari sejarah. Dalam belajar berkelompok, seringkali dapat memecahkan soal yang sebelumnya tidak bisa diselesaikan sendiri. Ide teman dapat dicoba dalam menyelesaikan soal latihan. Jika ada lima orang dalam kelompok itu, tentu ada lima kepala yang mempunyai tingkat pengetahuan dan kreativitas yang berbeda. Pada saat membahas suatu masalah bersama akan ada ide yang saling melengkapi.
n.      Kesempatan melakukan resitasi oral, Kerja kekompok, sering anggota kelompok harus berdiskusi dan menjelaskan suatu teori kepada teman belajar. Inilah saat yang baik untuk resitasi. Akan dijelaskan suatu teori dengan bahasa sendiri. Belajar mengekspresikan apa yang diketahui, apa yang ada dalam pikiran ke dalam bentuk kata-kata yang diucapkan.
o.      Dapat membantu timbulnya asosiasi dengan perisitwa lain yang mudah diingat, Melalui kerja kelompok akan dapat membantu timbulnya asosiasi dengan peristiwa lain yang mudah diingat. Misalnya, jika ketidaksepakatan terjadi di antara kelompok, maka perdebatan sengit tak terhindarkan. Setelah perdebatan ini, biasanya akan mudah mengingat apa yang dibicarakan dibandingkan masalah lain yang lewat begitu saja. Karena dari peristiwa ini, ada telinga yang mendengar, mulut yang berbicara, emosi yang turut campur dan tangan yang menulis. Semuanya sama-sama mengingat di kepala. Jika membaca sendirian, hanya rekaman dari mata yang sampai ke otak, tentu ini dapat kurang kuat.
Selain kelebihannya, pendekatan pembelajaran kooperatif juga memiliki kelemahan. Hal ini sesuai dengan pendapat Lie (1999: 29) yaitu: siswa yang dibagi dalam kelompok kemudian diberikan tugas. Akibatnya siswa merasa ditinggal sendiri dan karena mereka belum berpengalaman, merasa bingung dan tidak tahu bagaimana harus bekerjasama menyelesaikan tugas tersebut sehingga menimbulkan kekacauan dan kegaduhan.
Berdasarkan pendapat sebelumnya, jelas bahwa di samping kelebihan atau manfaat yang dapat dirasakan oleh siswa dalam model pembelajaran kooperatif, juga terdapat kelemahan di mana hal tersebut menuntut kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan mengawasi proses kerjasama dalam belajar yang dilakukan oleh siswa.
Thabrany (1993: 94) mengemukakan kelebihan atau keuntungan dan kekurangan kerja kelompok atau pembelajaran kooperatif yaitu:
§  Dapat mengurangi rasa kantuk dibanding belajar sendiri 
§  Dapat merangsang motivasi belajar. 
§  Ada tempat bertanya 
§  Kesempatan melakukan resitasi oral 
§  Dapat membantu timbulnya asosiasi dengan peristiwa lain yang mudah diingat.
3.      SEDANGKAN KEKURANGAN DARI BELAJAR KELOMPOK IALAH:
a.       Belajar kelompok sering hanya melibatkan kepada siswa yang mampu sebab mereka cakap memimpin kurang mengarahkan mereka yang kurang mampu.
b.      Belajar kelompok kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan gaya mengajar yang berbeda-beda pula.
c.       Keberhasilan belajar kelompok ini tergantung kepada kemampuan siswa memimpin kelompok atau untuk bekerja sendiri.
d.      Bisa menjadi sarana mengobrol atau gosip, diskusi yang tidak produktif.
e.       Sering terjadi debat sepele di dalam kelompok, bisa terjadi kesalahan kelompok.
Penjelasan
a.        Bisa menjadi tempat mengobrol atau gossip Kelemahan yang senantiasa terjadi dalam belajar kelompok adalah dapat menjadi  tempat mengobrol. Hal ini terjadi jika anggota kelompok tidak mempunyai kedisiplinan dalam belajar, seperti datang terlambat, mengobrol atau bergosip membuat waktu berlalu begitu saja sehingga tujuan untuk belajar menjadi sia-sia.
b.       Sering terjadi debat sepele di dalam kelompok Debat sepele ini sering terjadi di dalam kelompok. Debat sepele ini sering berkepanjangan sehingga membuang waktu percuma. Untuk itu, dalam belajar kelompok harus dibuatkan agenda acara. Misalnya, 25 menit  mendiskusikan bab tertentu, dan 10 menit mendiskusikan bab lainnya. Dengan agenda acara ini, maka belajar akan terarah dan tidak terpancing untuk berdebat hal-hal sepele.
c.        Bisa terjadi kesalahan kelompok Jika ada satu anggota kelompok menjelaskan suatu konsep dan yang lain percaya sepenuhnya konsep itu, dan ternyata konsep itu salah, maka semua anggota kelompok berbuat salah. Untuk menghindarinya, setiap anggota kelompok harus sudah mereview sebelumnya. Kalau membicarakan hal baru dan anggota kelompok lain belum mengetahui, cari konfirmasi dalam buku untuk pendalaman.
Model pembelajaran kooperatif di samping memiliki kelebihan juga mengandung beberapa kelemahan apabila para anggota kelompok  tidak  menyadari makna kerjasama dalam kelompok. Oleh karena itu, Thabrany (1993: 96) menyarankan bahwa “agar kelompok beranggotakan 3, 5 atau 7 orang, jangan lebih dari 7 dan sebaiknya tidak genap karena dapat terjadi beberapa blok yang saling mengobrol, dan jangan ada yang pelit artinya harus terbuka pada kawan”.
KESIMPULAN
1.      Belajar kelompok adalah suatu proses belajar bersama yang melibatkan beberapa orang dengan tujuan memecahkan masalah secara bersama-sama dan saling bertukar pikiran.
2.      Tujuan utama dari belajar kelompok ini adalah agar anak dapat bersosialisasi dan bekerjasama terutama untuk kegiatan yang memerlukan pemecahan masalah bersama, seperti melakukan percobaan, berdiskusi, bermain peran, juga untuk mendorong agar anak yang pemalu dan penakut dapat ikut berbicara.
3.      Cara pembagian dapat disesuaikan dengan banyaknya siswa di dalam kelas. Siswa yang lebih aktif dapat disatukan dengan siswa yang kurang aktif agar dapat saling memotivasi.
4.      Teknik belajar kelompok adalah suatu cara bagaimana belajar kelompok  bisa terlaksana dengan baik, ada beberapa teknik yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan    metode diskusi, feedback(umpan balik), dan persentasi.

5.      Ada kekurangan dan kelebihan dari teknik belajar kelompok. Salah satu kelebihannya yaitu siswa dapat saling berukar pikiran dan terbiasa dalam mengemukakan pendapatnya. Dan salah satu kekurangannya ialah adanya sebagian siswa yang kurang perduli dengan adanya belajar berkelompok sehingga dalam kelompok tersebut hanya satu orang saja yang mendominasi dan aktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar